Total Tayangan Halaman

6716

Sabtu, 26 Maret 2011

30 Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar
Berikut daftar 30 negara pengguna energi nuklir yang saya olah dari situs World Nucler Association (WNA) :
NoNegaraJumlah Reaktor Nuklir% PLTN
JumlahMW
1Amerika S104101,11919%
2Prancis5963,47377%
3Jepang5346,23628%
4Rusia3121,74316%
5Jerman1720,33926%
6Korea Selatan2017,71635%
7Ukraina1513,16848%
8Kanada1812,65215%
9Inggris1911,03515%
10Swedia109,01646%
11China118,5872%
12Spanyol87,44817%
13Belgia75,72854%
14India173,7793%
15Rep. Czech63,47230%
16Switzerland53,22043%
17Finlandia42,69629%
18Bulgaria21,90632%
19Brazil21,9013%
20Afrika Selatan21,8426%
21Hungaria41,82637%
22Slovakia41,68854%
23Meksiko21,3105%
24Romania21,31013%
25Lithuania11,18564%
26Argentina29356%
27Slovenia169642%
28Belanda14854%
29Pakistan24002%
30Armenia137644%
Keterangan : 
Jumlah : jumlah unit reaktor nuklir untuk PLTN
MW : Megawatt
%PTLN : persentase pengguna energi nuklir untuk kebutuhan domestik listrik negara bersangkutan
Merah : negara Asia
Dari daftar/tabel di atas  (dan data (WNA)) , dapat disimpulkan fakta-fakta menarik yakni:
  • Amerika Serikat merupakan negara dengan total pembangkit energi nuklir terbesar di dunia yakni  104 unit reaktor nuklir dengan daya 101 ribu megawatt. 104 unit reaktor nuklir Amerika menyumbang sekitar 5% dari total produksi energi listrik dunia yakni mencapai 806,6 miliar Kwh pada tahun 2007.
  • Prancis merupakan negara dengan persentase penggunaan energi nuklir terbesar untuk kebutuhan listrik rakyatnya yakni mencapai 77%. Pada tahun 2007, 59 reaktor nuklir Prancis menghasilkan 420 miliar Kwh atau sekitar 2.6% energi listrik dunia.
  • Jepang merupakan negara pengguna sekaligus pemilik reaktor nuklir terbesar di Asia meskipun struktur geologi negaranya rawan gempa. Jepang memiliki 53 unit reaktor nuklir jauh diatas Rusia yang hanya memiliki 31 reaktor nuklir.
  • Hanya ada 3 negara yang mengantungkan kebutuhan listrik terbesarnya dari nuklir [mencapai 50% lebih) yakni Prancis (77%), Lithuania (64%), Slovakia (54%) dan Ukraina(48%).
  • Penggunaan energi nuklir untuk pembangkit masih didominasi negara Eropa + Amerika Utara dan negara-negara yang maju yang relatif maju dalam teknologi nuklir.
  • Pakistan dan India menjadi negara Asia yang relatif "miskin" (negara berkembang) secara ekonomi, namun mampu memiliki reaktor nuklir untuk pembangkit listrik.
Jenis Sumber Energi Listrik
Sumber-Sumber Energi untuk Listrik di Dunia
Energi Nuklir dan Tantangannya
Pembangkit reaktor nuklir merupakan metode memanfaatkan energi dari hasil radioaktivitas dari atom berat . Atom berat adalah atom dengan nomor atom (Ar) dan massa (Mr) besar dimana perbandingan antara nomor massa terhadap nomor atom jauh diatas 2 atau jumlah neutron jauh lebih banyak dari jumlah proton dalam inti atomnya. Reaktor nuklir umumnya menggunakan reaksi fisi atom (ada juga metode reaksi fusi). Reaksi fisi muncul ketika sebuah energi ataupun partikel (sinar gamma, partikel alfa, partikel elektron) menembak sebuah inti atom radioaktif seperti Uranium-235 atau Plutonium (nomor massa/nomor atom relatif besar) sehingga inti atom tersebut membelah menjadi atom bermassa lebih ringan (Nomor massa/nomor atom lebih kecil). Secara alami, reaksi ini akan menyebabkan reaksi berantai tanpa terkendali dan menghasilkan energi yang sangat besar dalam waktu beberapa detik saja.
Jika reaksi fisi atom ini dikendalikan, maka energi yang dihasilkan dalam bentuk panas yang teratur digunakan untuk memanas air dan sekaligus menghasilkan uap air bertekanan tinggi. Uap air bertekanan tinggi inilah yang mampu menggerakan turbin pembangkit listrik. Turbin yang berputar menggerakan kumparan generator (kumparan+magnet) yang menghasilan induksi elektromagnetik (atau tegangan listrik). Listrik inilah yang kemudian diatur nilai arus, tegangan, frekuensi dan distribusi daya yang kemudian didistribusikan ke masyarakat.
Membangun sekaligus memiliki reaktor nuklir sebagai pembangkit listrik bukanlah hal yang mudah, namun bukan pula sesuatu yang tidak mungkin. Istilahnya “tidak ada hal yang tidak mungkin dilakukan selama batas kewajaran”. Kejadian ledakan reaktor nuklir Chernobyl Uni Soviet menjadi momok perkembangan industri nuklir dunia. Sehingga muncul stereotife bahwa hanya negara yang kaya dan majulah yang dapat dan boleh memiliki energi nuklir. Negara-negara berkembang dan miskin diharapkan menggantungkan sepenuhnya energi listrik dari bahan bakar fosil. Sedangkan negara-negara Barat berusaha lepas dari ketergantungan energi fosil yakni minyak bumi dan batubara. Sebagian besar negara-negara Eropa menggunakan energi alternatif sebagai pembangkit listrik, baik dari angin, air, matahari, hingga nuklir.
Tidak bisa dipungkiri bawha setiap teknologi yang digunakan menghasilkan masalah tersendiri disamping manfaatnya bagi manusia, begitu juga teknologi nuklir. Limbah nuklir sangatlah berbahaya dan dibutuhkan biaya yang relatif sangat mahal untuk mengolahnya sebelum dibuang ke alam. Disamping itu, biaya investasi untuk sebuah reaktor nuklir sangatlah mahal dibandingkan dengan pembangkit listrik berbahan bakar batubara, diesel maupun teknologi panas bumi, air (PLTA) ataupun angin. Dan apabila terjadi kebocoran bahkan ledakan reaktor nuklir, maka bisa dibayangkan berapa korban yang akan ditimbulkan. Belum lagiradiasi yang dihasilkanpun akan terus dipancarkan hingga belasan bahkan puluhan tahun bagi penduduk apabila reaktor bocor.
Perkembangan Energi Nuklir
Disaat ini, semua tantangan dan potensi marabahaya reaktor nuklir tentu dapat diprediksi dengan sistem pengamanan berlapis (bukan hanya ganda). Dengan menggunakan teknologi mutakhir (seperti 3G) dan pembangunan dengan super security, maka berbagai kemungkinan bencana nuklir dapat dicegah selama sumber daya manusia dan alat kontrol ler terus dipantau dan dimaintenance. Apalagi dengan menipisnya cadangan minyak bumi di alam, maka penggunaan energi nuklir secara besar-besaran telah dan akan dikembangkan oleh beberapa negara. Berikutdaftar negara-negara yang akan memiliki daya pembangkit listrik yang besar (Sumber: WNA)
NoNegaraJumlah Reaktor NuklirReaktor yg Sedang BangunTotal ***
JumlahMWJumlahMW
1Amerika S104101,11911,180102,299
2Prancis5963,47311,63065,103
3Jepang5346,23622,28548,521
4Rusia3121,74385,98027,723
5Korea Selatan2017,71655,35023,066
6Jerman1720,339-020,339
7China118,5871111,00019,587
8Kanada1812,65221,50014,152
9Ukraina1513,168-013,168
10Inggris1911,035-011,035
11Swedia109,016-09,016
12Spanyol87,448-07,448
13India173,77962,9766,755
14Belgia75,728-05,728
15Finlandia42,69611,6004,296
16Rep. Czech63,472-03,472
17Switzerland53,220-03,220
18Slovakia41,68828402,528
19Bulgaria21,906-01,906
20Brazil21,901-01,901
21Afrika Selatan21,842-01,842
22Hungaria41,826-01,826
23Argentina293516921,627
24Meksiko21,310-01,310
25Romania21,310-01,310
26Lithuania11,185-01,185
27Iran-01915915
28Pakistan24001300700
29Slovenia1696-0696
30Belanda1485-0485
31Armenia1376-0376
32Indonesia  ????-0-00
Keterangan:
Jumlah Reaktor Nuklir : merupakan jumlah reaktor nuklir yang sedang dioperasi untuk pembangkit listrik
Reaktor yang sedang dibangun : merupakan proyek pembangunan reaktor nuklir yang sedang dikerjakan terhitung 1 April 2009 dan akan selesai dalam kurun waktu antara 1-8 tahun kedepan.
Total*** : total daya yang dihasilkan oleh reaktor saat ini + dengan reaktor yang baru (yang sedang dibangun)
Kesimpulan daftar/tabel 2:
  • China menjadi negara dengan pertumbuhan reaktor nuklir terbesar didunia yakni mencapai 100% jumlah unit reaktor dengan peningkatan hingga 128% daya PLTN yakni dari 8500 MW menjadi 19500 MW.
  • Iran menjadi negara ke-31 pemilik pembangkit listrik tenaga nuklir di dunia. PLTN milik Iran dikecam oleh Amerika dan negara-negara sekutunya.
  • China, India, Argentina, Slovakia, Finlandia, dan Pakistan akan meningkatkan kapasitas PLTN-nya dalam 1 dekade ke depan minimal 50%.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar